Gelembung

Sabtu, 30 Juni 2012

Sudah Cukup!

Nisa ingin sekali mengaji, tetapi dia harus tau kondisi pada saat itu. Dia mengaji bersama adik-adiknya. Kemudian adik-adiknya tidak mau mengaji karena ada satu alasan, yang dia tidak mengertinya.
Ketika itu mereka semua dimarahin oleh ibunya, karena tidak mau mengaji. Lalu mereka semua pada masuk kamar Nisa. Mereka semua mengeluh saja tentang ibunya.
"kenapa, sih kita harus ngaji?" kata adiknya yng berna May.
"Ibu, mah selalu saja kalau marah omongan-omongannya tidak pernah menyenangkan." kata adiknya yang bernama sayna.
"Bisa, gak sih marahinya dengan sabar jangan seperti itu." kata adiknya yang satu lagi Suna.
Kataku dalam hati."Sudah cukup, kalian tidak pantas berkata seperti itu, dia itu adalah ibu kalian, dia itu ibu yang sudah merawat kalian. Kalian tidak baik berkata seperti itu." dia merasa sedih sekali dengan ucapan-ucapan adik-adiknya. 
Rasanya dia ingin sekali menegurnya. Tetapi, dia belum pantas menegurnya, dia juga harus banya mengoreksi diri dia dlu, baru menegurnya.
Dengan rasa yang tidak enak, dia ingin sekali kabur dari rumahnya tetapi, dia harus banyak berpikir, "saya ini anak pertama, saya ini kalau pergi dari rumah rasanya tidak pantas dihadapan adik-adiknya." 
Dia merasakan sakit hati atas ucapan ibunya, dan mendengar perkataan adik-adiknya kepada ibunya. Rasanya ingin sekali tidak mau mendengar perkataan-perkataan mereka semua yang ada di rumah. 
Dia, demi sedikit meredahkan kesediahnnya. 
 ****
Akhirnya dia pergi kesekolah untuk menenangkan diiri. Ketika perjalanan kesekolah dia mangalami kecelakaan, tetapi kecelakaan itu rinagan. Dia kakinya diserempet oleh motor  tetapi, dia cukup tegar denan apa yang dia dapatkan dari kecelakaan itu. Kemudian dia berhenti sebentar untuk menunggu temannya. Rasanya di tempat pemberhentian dia ingin menagis dengan keras apa yang dia alami pada pagi itu dan dengan kecelakaan itu.Tetapi, dia tahan semua itu yang ada di perasaan hatinya saat itu.
Kemudian temannya datang dan mereka pergi. Dia pergi dengan suasasana hati yang gundah, dan campur aduk perasaannya.
****
Sesampai di sekolah dia cukup lega untuk menenangkan dirinya. Disana dia bisa curhat kepada salah satu temannya, dan dia kesana itu untuk rapat ekskul. Tidak lama dia selesai rapatnya.
Kemudian, dia bingung dia sudah buat janji kepada pacarnya tetapi, dia juga bingung "apa dalam kondisi ini aku ketemu dia? tapi, nanti malah membuat dia bete? akunya juga tidak mungkin meninggalkan temanku untuk pulang sendiri? "
akhirnya aku putuskan untuk pulang kerumah untuk istirahat, tapi dirumah apakah tamabah runyam hatiku ini?. dengan perasaan yang sudah enak aku pulang.
****
Sampai dirumah dia langsung ke kamar agar tidak tambah dimarahin. Dan waktunya dia bilang ke pacarnya bahwa dia tidak bisa datang dan dia lupa mengabarinnya dari tadi pagi, padahal pacarnya sms. Ketika dia ingin balas smsnya hpnya ketinggalan di motornya.
Dia buru-buru menelphone ke pacarnya dan jelasin semua ini. Tetapi, pacarnya di mau memahami apa yang telah terjadi kepadaku. Mungkin dia sudah kesal dengannya karena selalu tidak tepat janjinya. Kemudian menyoba menjelaskannya.
Dengan rasa kesal dia mematikan telphonenya, dan dia mulailah menangis dengan suasana hatinya yang tambah kacau. Dia berpikir "memang benar apa kata orang? memang benar cinta itu bisa membuat sakit hati?"
Kemudian pacarnya menelphonenya, dia angkat telephonenya dan dia hanya diam saja tidak mau berkata apa", dalam hatinya "sekarang tersarah kau, aku sudah menceritakan semuanya!".
Beberapa lama kemudian pcarnya minta maaf kepadanya, dan akhirnya mereka baikan walaupun dengan masaih rasa tidak nyaman hatinya. u,u

Hari itu dia Sudah Cukup dengan semua ini, dia tidak ingin mendengar perkataan-perkataan adik-adiknya yang ngomng di belakang ibunya. Dan dia sudah memaklumin ucapan ibunya yangsudah menyakiti hatinya. Dan cukup sudah hati yang membuat dirinya yang tidak nanyaman. Cukup Sudah Kejadian Hari Itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar