| Add caption |
Sungguh beratnya untuk melupakan kekasihnya dan tidak berkomunikasi lagi dengannya,
Sungguh perihnya di dalam hatinya, Padahal tidak sanggup menahan sakitnya yang dialaminya.
Padahal kita sudah berakhir.
Kenapa ketika dipikiranku terlintas tentang semua ini, mengapaku harus menangis,
Padahal ini semua kemauanku.
Tapi kenapa aku yang harus seperti ini, aku tidak bisa seperti ini terus selamanya. Aku harus bangkit dengan semua kejadian ini tentang saat-saat bersama dia, dan kenangan-kenangan bersama dia, sungguh menyedihkan bagiku saat ini.
Aku sifatnya sekalinya sakit ya sakit, sekalinya sedih ya sedih, sekalinya seneng, seneng banget, sekalinya gembira ya gembira.
Tetapi, mengapa kalau aku sakit dan sedih itu lama sekali untuk mengilang dariku, giliran aku senang dan gembira cepat sekali mengihalng dariku.
Sungguh Beratnya :(
Tapi, selama masih ada Allah Hatiku masih bisa di kasih petunjuk, agar aku tidak sedih dan sakit lagi :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar